Warga Nongsa Antusias Bersilaturahmi Dengan Pemimpin Batam

Silaturahmi Bapak Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam serta Sekdako Batam bersama Masyarakat Kecamatan Nongsa

KABIL RAYA (04/02/2017): Silaturahmi Kepala Daerah Kota Batam, Walikota, Wakil Walikota Batam dan Sekretaris Daerah Kota Batam bersama Tokoh Masyarakat Kecamatan Nongsa bertempat di ‘Community Centre’ Rusunawa Jamsostek Kabil dihadiri ratusan tokoh Masyarakat Kec. Nongsa terdiri dari RT dan RW, Tokoh Agama, Pemuda dan Tokoh Wanita di Kecamatan Nongsa. Pertemuan tersebut merupakan inisiasi Wako Baram, HM. Rudi sebagai bentuk komitmen Kepala Daerah untuk senantiasa menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat di seluruh Kecamatan di Kota Batam serta dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan masukan terhadap program dan kebijakan Pemerintah Kota Batam setelah Walikota dan Wakil Walikota Batam dilantik pada Tanggal 14 Maret 2016 yang lalu.


Tokoh masyarakat Kec. Nongsa yang disampaikan oleh. H. Alimun menyampaikan apresiasi atas keinginan Pemko Batam beberapa hal terkait situasi terkini di Kecamatan Nongsa seperti eksistensi kampung tua untuk sesegera mungkin diberikan legalitas dan diberikan kebijakan pembebasan terhadap Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Selanjutnya, Alimun juga mengungkapkan kerisauannya terhadap anak-anak muda yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba. Pihak Polda Kepri sudah sepakat akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengarahan terkait bahaya Narkoba dan upaya pencegahannya dan hal ini perlu didukung oleh Pemko Batam untuk kesuksesan langkah antispasi tersebut. Selanjutnya, perlu langkah-langkah taktis dalam menangani kenakalan remaja dengan peran aktif semua pihak termasuk orang tua supaya tidak begitu mudahnya memberikan kendaraan roda dua kepada anak-anak yang masih dibawah umur.
Pada kesempatan awal tersebut juga perwakilan tokoh masyarakat Nongsa tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemko Batam atas dialokasikannya anggaran untuk mendukung penyelenggaraan event budaya yang diberi nama Festival Jong sebagai event tahunan yang brehasil menjadi daya Tarik wisata budaya di Kota Batam. 
Camat Nongsa, Heryanto, SE., dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Nongsa dalam melaksanakan pendelegasian kewenangan Walikota Batam terkait pengelolaan kebersihan sudah dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat, sudah menunjukkan hasilnya dengan semakin berkurangnya komplain masyarakat terhadap pengelolaan sampah dimaksud. Selain itu, kewenangan terkait program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) yang dialokasikan 1 kelurahan sbesar 1 milyar rupiah akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam memberikan solusi secara cepat dan tepat dikalangan masyarakat dalam level RT dan RW semua Kelurahan di Kec. Nongsa.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, S.Sos, M.Si, yang ditunjuk Walikota Batam HM. Rudi menyampaikan sambutan mewakili Pemko Batam pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa acara silaturahmi yang dibalut dalam bentuk ‘coffee morning’ tersebut merupakan ide murni dari Bapak Walikota Batam yang bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi dan sekaligus menjaring aspirasi serta melakukan evaluasi awal terhadap kinerja Pimpinan Daerah Kota Batam setelah hampir setahun diberikan kepercayaan untuk memimpin Batam.
Beberapa program prioritas yang saat ini sudah dan sedang digalakkan oleh Pemko Batam seperti pembenahan infrastruktur jalan dengan pelebaran jalan sehingga aksesibilitas dari dan ke pusat kota Nagoya-Jodoh sekitarnya supaya mudah dan tertata dengan baik sampai kearah Batam Centre sebagai pusat pemerintahan Kota Batam. Selain itu, keberpihakan dalam percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) dengan alokasi pendanaan sebesar 1 Milyar rupiah per Kelurahan sudah dilaksanakan dan tahun 2017 ini supaya dilaksanakan secara simultan diseluruh kelurahan di Kota Batam. Untuk itu, supaya Camat dan Lurah secepatnya meluncurkan kegiatan dimaksud dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan yang eksis di masing-masing kelurahan dan kecamatan.
Dengan penataan kota yang baik dan rapi diharapkan akan mempunyai dampak ‘multi-plyer efek dengan peningkatan daya saing destinasi Batam sebagai daerah tujuan wisata domestik dan mancanegara sehingga PAD dari sektor Kepariwisataan bisa terdongkrak dan sumber-sumber pembiayaan pembangunan di Kota Batam mengalami peningkatan. Selain itu, upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat juga sudah dilaksanakan dengan beberapa pelayanan yang bisa diselesaikan ditingkat Kecamatan, seperti pelayanan perizinan tertentu, dokumen kependudukan serta pengawasan perizinan, ketentraman dan ketertiban umum serta pengelolaan kebersihan.
Pembagian wilayah kerja antara Pemko Batam dengan BP Batam sedang diperjuangkan supaya kita dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Batam. Perencanaan pembangunan sampai eksekusi dapat kita laksanakan dibawah kewenangan Pemko Batam. Kita berharap hal ini dapat segera diputuskan oleh Pemerintah Pusat mengingat semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penataan insfrastruktur perkotaan sampai pembangunan non-fisik yang harus dijalankan secara simultan.
Pada sesi tanya jawab, Bapak Abdullah Muhamad (Tokoh Masyarakat P. Ngenang) menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap Lampu yang sudah menyala selama 24 jam dan hal itu bisa dinikmati baru tahun ini setelah Walikota Batam dijabat oleh Bapak Muhammad Rudi, untuk itu kami ingin menyampaikan ras syukur dan terima kasih kami dari Pulau Ngenang kepada Bapak Walikota Batam beserta jajarannya. Selain itu, masyarakat Kelurahan Pulau Ngenang juga berharap pembenahan infrastruktur pendidikan khususnya semenisasi jalan ke sekolah, suplai air bersih yang masih belum ada sama sekali, LPJU yang belum terakomodir sehingga jika keluar rumah pada malam hari sangat gelap gulita serta petugas kesehatan di Puskesmas yang diharapkan bisa tinggal di Pulau Ngenang dikarenakan jika ada ibu-ibu yang akan melahirkan saat malam hari tidak ada pertolongan dari petugas Puskesmas karena kebanyakan tinggalnya di Batam.
Selanjutnya Bapak Hasan (perwakilan Kel. Kabil) menyampaikan tentang keberadaan perusahaan yang besar-besar di kelurahan Kabil, akan tetapi sangat kecil mengakomodir pekerja yang berdomisili di Kabil dan Nongsa, Pengelolaan sampah yang sudah dilaksanakan oleh Camat Nongsa kami merasa sudah ada perbaikan, akan tetapi perlu ditambah TPS supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dikarenakan TPS yang sangat jauh dari pemukiman masing-masing. Serta lahan Tempat pemakaman Umum yang sudah sangat terbatas, dan perlu ditambah sebelum dialokasikan kepada pihak ketiga oleh pihak BP Batam.
H. Mazlan (perwakilan Kel. Batu Besar) menyampaikan keresahan dan kerisauan akan issu Kampung Tua supaya kiranya secepatnya mendapatkan legalitas sebagaimana perjuangan yang kita lakukan selama ini. Selanjutnya masalah penambang pasir illegal yang semakin meresahkan karena berpotensi untuk merusak habitat alami di Nongsa. Sudah pernah ditertibkan, akan tetapi sepertinya sudah mulai lagi ada aktifitasnya terutama disaat-saat sepi dan malam hari. Permasalahan tenaga kerja juga kami alami dikarenakan pihak perusahaan meminta tenaga kerja yang trampil dan kebanyakan masyarakat yang tinggal di kawasan Batu Besar dan Nongsa tamatan sekolah umum dan perlu kursus-kursus tertentu untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dimaksud. Pemberdayaan program ‘Corporate Social Responsibility-CSR’ untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat supaya dijalankan dengan konsisten dan berlaku untuk semua perusahaan yang ada di kawasan Nongsa.
Raja Alib (Tokoh Masyarakat Kel. Sambau), program percepatan infrastruktur kelurahan (PIK) kiranya dapat segera dilaksanakan mengingat beberapa kebutuhan masyarakat yang sudah sangat mendesak dengan program tersebut dan kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Walikota Batam. Permasalahan KSB yang menjadi tempat pemindahan dari penertiban di beberapa wilayah Batam dialokasikan ke lahan yang sudah diratakan oleh masyarakat setempat, akan tetapi saat ditempati oleh penghuni KSB baru tersebut tanpa adanya ganti rugi perlu diberikan sagu hati atau ganti rugi kepada masyarakat yang sudah membersihkan dan menjaga lahan tersebut.  Selain itu, KSB yang sudah dialokasikan tersebut banyak yang belum ada sama sekali infrastruktur jalan serta airpun tidak ada. Kita membutuhkan ‘bin-container’ untuk mengantisipasi sampah yang berserakan di tempat penampunga sementara (TPS). Selain itu ada juga program pembuatan tong sampah sebanyak 80 tong sampah dari target 1000 buah hasil kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di sekitar Nongsa Tourism Destination Area. Selain itu juga, Raja Alib menyampaikan kebutuhan masyarakat untuk lampu penerangan jalan umum (LPJU) khususnya di daerah Bakau Serip dan Kavling Sambau.
Siti Zahara (Perwakilan Kaum Ibu) menyampaikan banyaknya kios-kios liar di sekitar Nongsa yang perlu ditertibkan dan diberikan lahan untuk kios tersebut sehingga ada lapangan kerja dan lapangan usaha  bagi masyarakat setempat. Selain itu juga sampah yang masih berserakan perlu dibersihkan dengan memberikan solusi permanen dengan menambah tong sampah dan penambahan TPS khususnya disekitar restoran Sri Rezeki dan Batu Besar.
Ibu Tety Wati Lubis (Pengurus BKM) menyampaikan keresahan masyarakat dengan keberadaan warung internet (Warnet) yang digunakan oleh anak-anak sekolah dan setelah itu melakukan tindakan-tindakan negatif dan hal ini perlu penertiban Warnet yang ada dilingkungan Kecamatan Nongsa. Untuk mengantisipasi dampak negative tersebut perlu dibuatkan taman internet gratis (hotspot) yang dipaduserasikan dengan taman bermain (playground).
Wako Batam, HM. Rudi, dengan lugas merespons masukan dan aspirasi masyarakat tersebut bahwa semua usulan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh wanita Kecamatan Nongsa tersebut dapat terakomodir jika APBD Kota Batam semakin besar sebagaimana target kami yang akan mencapai 4 triliun maka akan memudahkan kita mengakomodir aspirasi masyarakat se Kota Batam. Untuk mewujudkan hal tersebut maka kita benahi infrastruktur sebagai jawaban atas aksesibilitas yang harus baik dan mumpuni untuk menghadirkan investor dan wisatawan ke Batam. Dengan demikian Batam semakin menarik untuk dikunjungi baik untuk kunjungan wisatawan terutama untuk kunjungan investasi.
Sementara untuk Lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebenarnya jika semakin banyak dibangun PJU maka semakin besar pula pengeluaran Pemko Batam untuk membayar rekening listrik PJU dimaksud karena PJU menyala kurang lebih 12 jam setiap hari. Sehingga kemampuan APBD Batam akan terbagi pula ke pos pengeluaran dimaksud. Nah, akan mengganggu focus kita dalam membangun dan membenahi infrastruktur Kota Batam.
Untuk masalah ketenagakerjaan dan pengangguran, supaya Lurah dan Camat serta Disnaker Kota Batam dapat melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada dikawasan Nongsa serta sumber rekrutmen tenaga kerjanya selanjutnya disampaikan surat edaran untuk dapat mempekerjakan warga yang berdomisili disekitar perusahaan tersebut. Jika warga yang akan bekerja tersebut belum memiliki sertifikat supaya dapat mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi ketenagakerjaan yang digelar oleh Pemko Batam, tahun ini Pemko Batam mengalokasikan dana sebesar 15 Milyar untuk pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan keahlian diberbagai bidang ketenagakerjaan.
Terkait pengelolaan sampah dan kebersihan, bahwa kami sudah berkomitmen dengan Camat Se Kota Batam, bahwa pada saat kewenangan pengelolaan kebersihan sudah didelegasikan kepada Camat, jangan sampai permasalahan pengelolaan persampahan masih tetap muncul, dengan kata lain armada, anggaran dan petugas yang sudah didelegasikan dan berada dibawah kewenangan Camat supaya dimaksimalkan untuk menangani kebersihan tersebut. Jika hasilnya tidak maksimal, maka Camat yang bersangkutan akan mendapat konsekuensi, dan saya berharap masyarakat tetap mengawasi pelaksanaan pengangkitan sampah tersebut, ungkap Wako Batam dengan nada serius. Untuk tong sampah yang sudah kelihatan usang, supaya Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan segera perubahan dan pengadaan tong sampah dimaksud supaya kelihatan bagus dan tertata. Dan jika perlu ditambah supaya pembuangan sampah dapat terkontrol dengan baik dan tidak meluber kejalanan.
 
 
Untuk penanganan drainase yang mengalami pendangkalan, Pemko Batam tahun ini akan mengadakan 1 unit escavator amphibi yang mampu membersihkan drainase dari atas air maupun pantai. Selain itu untuk normalisasi drainase di saluran perkotaan sebanyak 6 unit escavator juga akan dioperasionalkan tahun ini melalui OPD Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam dibawah kendali Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.
Untuk ikon masing-masing kawasan disekitar Nongsa, supaya Lurah mengkomunikasikan dengan para tokoh dan masyarakat setempat tentang penamaan ikon tersebut, nanti kita berikan nama yang enak dibaca dan didengar khususnya terkait histori sebuah kawasan tersebut akan tetapi tidak berkaitan dengan SARA.
Tempat pemakaman umum akan diusulkan atas nama Pemko Batam saja supaya dapat dikelola dengan baik dan tidak dialokasikan untuk peruntukan lainnya. Dinas Perkim dan pertamanan supaya mengusulkan HPL yang ada disekitar TPU yang ada saat ini disekitar Kavling Sambau tersebut.
Khusus untuk Ketua RT dan RW, mulai tahun ini insentif RT / RW diberikan secara langsung melalui rekening masing-masing, dan supaya pencairannya cepat dibutuhkan kerjasama Bapak/Ibu para Ketua RT dan RW untuk secepatnya menandatangani amprah pembayarannya dan diberikan kepada BPKAD Kota Batam melalui Lurah dan Camat masing-masing. Semakin cepat pemberian amprah tersebut, semakin cepat pula pencairan insentifnya kerekening masing-masing.
Mulai tahun ini Musrenbang akan diusulkan secara elektronik dengan system e-musrenbang, untuk itu semua usulan supaya ‘clear dan clean’ terkait status lahan dan dokumen pendukung lahan dimaksud. Apabila sudah tidak ada  masalah baru dimasukkan mulai Musrenbang Kelurahan dan hal ini terawasi dengan ketat oleh sistem tersebut, jadi tidak ada yang main potong kompas.
Kerukunan umat beragama senantiasa berada dalam posisi sebagai perekat, dan jangan sampai ada masalah SARA terjadi di Batam, dan untuk itu saya berharap dengan semua warga supaya jangan sampai mengomentari, mencampuri urusan agama yang bukan agama dan keyakinannya supaya tidak ada masalah. Masing-masing punya agama dan keyakinan, silahkan agama dan keyakinannya tersebut dilaksanakan supaya tidak ada gesekan nantinya.    (rudi.titan7766@gmail.com)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up