Masyarakat Batam Kota Berkumpul Hendak Bersilaturahmi dan Menyampaikan Aspirasi

Silaturahmi Bapak Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam serta Sekdako Batam bersama Masyarakat Kecamatan Batam Kota

BATAM KOTA  (11/02/2017) : Silaturahmi Kepala Daerah Kota Batam, Walikota Batam , Wakil Walikota Batam dan Sekretaris Daerah Kota Batam bersama Tokoh Masyarakat Kecamatan Batam Kota bertempat di halaman kantor Camat Batam Kota dihadiri ratusan tokoh Masyarakat Kec. Batam Kota terdiri dari RT dan RW, Tokoh Agama, Pemuda dan Tokoh Wanita di Kecamatan Batam Kota. Pertemuan tersebut merupakan inisiasi Wako Batam, HM. Rudi sebagai bentuk komitmen Kepala Daerah untuk senantiasa menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat di seluruh Kecamatan di Kota Batam serta dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan masukan terhadap program dan kebijakan Pemerintah Kota Batam setelah Walikota dan Wakil Walikota Batam dilantik pada Tanggal 14 Maret 2016 yang lalu.


Tokoh masyarakat Kec. Batam Kota yang disampaikan oleh Bapak Ady Sudarmi Dachlan  menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang luar biasa atas kegiatan sambung rasa sekaligus menjaring aspirasi masyarakat Kec. Batam Kota oleh Pemko Batam. Pada kesempatan tersebut, perwakilan tokoh masyarakat tersebut menyampaikan perlu adanya  paduserasi system ‘Bottom Up Planning’ sehingga kegiatan-kegiatan yang diakomodir benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat yang mengusulkan. Beberapa usulan tersebut seperti, pelebaran ruas jalan di Kelurahan Belian mengingat pertambahan jumlah penduduk yang semakin bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu juga sisi sebelah kiri dan kanan Perumahan BSI, jika ada hujan sejenak sudah menyebakan genangan air di beberapa titik tertentu dan paritnya belum pernah diperbaiki maupun dilakukan normalisasi. Serta kebutuhan sarana pendidikan di Perum Dotamana dengan situasi usia produktif dan Panca Warga, seperti lokasi yang sudah tersedia untuk SLTA, SMK N 7, SD N 010 dan SMPN 42 dan hal ini perlu tindaklanjut dalam merealisasikan sarana pendidikan dimaksud.
Kebutuhan warga disekitar Perum Dotamana akan fasilitas LPJU serta penertiban pasar kaget antara developer dengan Kecamatan Batam Kota serta Jalan Selasih depan Perum KDA didalamnya membutuhkan 2 jalur.
Ashraf Ali, SE., Camat Batam Kota, dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemimpin Kota Batam yang berada sangat dekat dengan warganya dalam acara silaturahmi tersebut. Momentum ini diharapkan mampu dimanfaatkan warga Kecamatan Batam Kota untuk membangun silaturahmi yang baik dengan Bapak Muhammad Rudi sebagai Walikota Batam, Bapak Amsakar sebagai Wakil Walikota Batam dan Bapak H. Jepridin, M.Pd., sebagai Sekretaris Daerah Kota Batam.
Penugasan yang sudah didelegasikan Kepala Daerah kepada Camat Batam Kota dengan program pengelolaan kebersihan, pelayanan kependudukan seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Perizinan Usaha untuk kapasitas tertentu sudah dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat Batam dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan dasar yang tidak merepotkan bagi warga di Kecamatan Batam Kota.   
 
Walikota Batam menyampaikan beberapa hal, diantaranya upaya Pemko Batam untuk meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD) dari Retribusi Parkir, Retribusi Sampah, Pajak PPB-P2, Pajak Kepariwisataan dan pajak lainnya dengan sistem e-Card dan beberapa sumber-sumber penerimaan asli daerah akan diterapkan secara on-line untuk menghindari dan mengeliminasi potensi kebocoran (potential loss) penerimaan pendapatan asli daerah. Berbagai program yang menjadi kebutuhan masyarakat yang sudah disampaikan tersebut seperti Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK), Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur untuk memajukan Kota Batam, pelebaran jalan, peningkatan penerangan jalan umum, ketersediaan fasilitas sekolah dan kesehatan akan lebih mudah kita realisasikan dengan penambahan sumber-sumber penerimaan daerah tersebut yang juga diproyeksikan mencapai 4 tryliun pada tahun 2021 yang akan datang.
Saya berharap beberapa tahun kedepan, Kota Batam sudah memiliki infrastruktur yang menyerupai Johor Baru di Malaysia, sehingga aksesibilitas dan kenyamanan para pengunjung dapat tercipta. Setelah para wisatawan berada di Batam, kita menyambut dan memberikan pelayanan yang baik kepada mereka dengan sikap keramahtamahan kita dan aktifitas kepariwisataan mereka mulai datang sampai kembali dari Batam akan menimbulkan potensi penerimaan bagi Kota Batam. Batam kita proyeksikan sebagai Kota MICE dengan penerapan standarisasi usaha Kepariwisataan serta sertifikasi restoran di Kota Batam secara baik dan selketif. Dengan demikian Batam sebagai destinasi wisata yang menarik dan memiliki potensi penerimaan dari sektor ini akan semakin terbuka seluas-luasnya, ungkap Rudi diawal sambutannya.
 
Masih dalam sambutannya, Wako Batam menyampaikan beberapa program unggulan yang digalakkan Pemko Batam bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kota Batam dalam mewujudkan Kota Batam yang semakin maju dan berdaya saing. Untuk itu butuh dukungan seluruh masyarakat Kota Batam khususnya di Kecamatan Batam Kota untuk mendukung pengelolaan kebersihan yang sudah didelegasikan kepada Camat Se Kota Batam, kebijakan percepatan Infrastruktur Kelurahan, insentif bagi Ketua RT dan RW dalam membina sosial kemasyarakatan dan ketentraman dan ketertiban di kompleknya masing-masing.
 
H. Lailan, SE (perwakilan Kel. Baloi Permai) menyampaikan tentang permasalahan banjir yang masih melanda kawasan Legenda Malaka dikarenakan pengembang yang mengarahkan air tumpahan dari kawasan yang sedang dikembangkan kearah perumahan Legenda Malaka sehingga jika air hujan dengan mudah tergenang dan kebetulan kawasan perumahan kami tersebut tekstur landscapingnya berada lebih rendah dari beberapa komplek perumahan yang sudah berdiri disekitaran komplek Legenda tersebut. Untuk itu butuh pembukaan atau normalisasi drainase atau pendalaman yang sudah hampir tertutup akses aliran airnya. Selain itu permasalahan pemuda dan Narkoba yang harus dengan sangat cekatan Pemko Batam melakukan upaya-upaya pencegahan dan antisipasinya dikarenakan hal ini merupakan bahaya laten yang mengakibatkan generasi muda kita bisa hancur. Untuk mengantisipasinya perlu dibuatkan taman bermain dan sarana olahraga bagi para pemuda tersebut seperti lapangan bola dikarenakan DED nya sudah pernah dibuat akan tetapi pelaksanaannya masih menunggu kebijakan Pemko Batam.
Nofiar (perwakilan Kelurahan Taman Baloi) menyampaikan pelebaran jalan yang sudah sangat urgent di sepanjang jalan mulai dari Gelael sampai ke Simpang Habibie dikarenakan jalur tersebut sudah menjadi jalur protokol yang setiap harinya menjadi perlintasan utama dari Nagoya ke Batam Centre dan Nongsa sehingga sangat macet dan perlu dilebarkan. Selain itu juga perlu ditertibkan para juru parkir yang memberikan layanan perparkiran yang tidak memberikan kupon parkir, dan tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya. Keberadaan juru parkir tersebut hanya terlihat saat kita akan meninggalkan lokasi parkir tersebut yang seharusnya mulai kita akan parkir sudah diarahkan dan dijaga serta saat keluar juga diberikan pelayanan dan saat kita berikan bayaran parkir seharusnya diberikan karcis parkir yang dari Pemko Batam. Satu lagi terkait keberadaan Sekolah SMP N 31 yang membutuhkan RKB baru, hal ini perlu diantisipasi dengan pertumbuhan penduduk di Kelurahan Taman Baloi yang sangat cepat dan produktif.
Ibu Nurdiani (Perwakilan Kel. Belian) menyampaikan akses jalan ke sekolah TK, SD & SMK 7 perlu diperbaiki karena saat masuk dan keluar sekolah kondisi jalan tersebut sangat mengganggu dan meresahkan orang tua yang mengantar dan menjemput anak-anaknya kesekolah.
Ahmad Ali (perwakilan RW 5 Kel. Sungai Panas) menyampaikan permasalahan banjir komplek Aku Tahu, Nusa Jaya dan SImpang Damkar – Coin Centre yang jika saat hujan airnya akan meluber ke jalanan dikarenakan drainase yang sudah tertutup oleh tanah dan sedimen pasir. Hal ini perlu dilakukan normalisasi supaya tidak mangganggu pengguna jalan.
 
Ibu Efy Riany (Perwakilan Kel. Teluk Tering) menyampaikan kebutuhan pembangunan Mushola di Komplek Lotus Garden yang sampai saat ini masyarakat setempat mengalami kesulitan dalam menjalankan ibadahnya dikarenakan Mushola yang sama sekali tidak ada. Mohon bantuan Bapak Walikota Batam untuk membantu kami.
Bapak Sumadi (Perwakilan Kel. Sukajadi) menyampaikan perlunya normalisasi drainase di depan perumahan Sukajadi ke Kantor Dispora sampai kearah RS Awal Bros, sudah hampir 5 tahun belum pernah dilakukan normalisasi saluran dan beberapa waktu yang lalu saat hujan sudah mulai tergenang air tumpahan dari saluran drainase yang sudah mengalami pendangkalan tersebut.
Abror (perwakilan RT Legenda Malaka), menyampaikan masalah TPU sungai panas supaya dilakukan penataan sehingga akses jalan masuk dan keluar dapat digunakan secara leluasa. Saat ini kondisinya sudah sangat sesak dan terkesan tidak tertata dengan baik.
Wako Batam, HM. Rudi, yang sekaligus juga memanggil Kepala OPD Pemko Batam untuk sama-sama naik keatas panggung untuk merespons aspirasi masyarakat tersebut. Pada kesempatan awal dengan lugas, Wako Batam merespons masukan dan aspirasi masyarakat tersebut bahwa semua usulan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh wanita Kecamatan Batam Kota tersebut dapat terakomodir jika APBD Kota Batam semakin besar kedepannya sebagaimana target kami yang akan mencapai 4 triliun maka akan memudahkan kita mengakomodir aspirasi masyarakat se Kota Batam. Untuk mewujudkan hal tersebut maka kita benahi infrastruktur sebagai jawaban atas aksesibilitas yang harus baik dan mumpuni untuk menghadirkan investor dan wisatawan ke Batam. Dengan demikian Batam semakin menarik untuk dikunjungi baik untuk kunjungan wisatawan terutama untuk kunjungan investasi.
Untuk penanganan drainase yang mengalami pendangkalan dan masih terlalu sempit, Pemko Batam tahun ini akan mengadakan 1 unit escavator amphibi yang mampu membersihkan drainase dari atas air maupun pantai. Selain itu untuk normalisasi drainase di saluran perkotaan sebanyak 6 unit escavator juga akan dioperasionalkan tahun ini melalui OPD Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam dibawah kendali Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.
Terkait pengelolaan sampah dan kebersihan, bahwa kami sudah berkomitmen dengan Camat Se Kota Batam, bahwa pada saat kewenangan pengelolaan kebersihan sudah didelegasikan kepada Camat, jangan sampai permasalahan pengelolaan persampahan masih tetap muncul, dengan kata lain armada, anggaran dan petugas yang sudah didelegasikan dan berada dibawah kewenangan Camat supaya dimaksimalkan untuk menangani kebersihan tersebut. Jika hasilnya tidak maksimal, maka Camat yang bersangkutan akan mendapat konsekuensi, dan saya berharap masyarakat tetap mengawasi pelaksanaan pengangkitan sampah tersebut, ungkap Wako Batam dengan nada serius. Untuk tong sampah yang sudah kelihatan usang, supaya Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan segera perubahan dan pengadaan tong sampah dimaksud supaya kelihatan bagus dan tertata. Dan jika perlu ditambah supaya pembuangan sampah dapat terkontrol dengan baik dan tidak meluber kejalanan.
Penanganan Parkir mulai tahun ini sudah tidak dikelola oleh pihak ketiga lagi akan tetapi dikelola oleh Pemko Batam langsung dengan menerapkan system on line terhadap retribusi parkirnya dan
Khusus untuk Ketua RT dan RW, mulai tahun ini insentif RT / RW diberikan secara langsung melalui rekening masing-masing, dan supaya pencairannya cepat dibutuhkan kerjasama Bapak/Ibu para Ketua RT dan RW untuk secepatnya menandatangani amprah pembayarannya dan diberikan kepada BPKAD Kota Batam melalui Lurah dan Camat masing-masing. Semakin cepat pemberian amprah tersebut, semakin cepat pula pencairan insentifnya kerekening masing-masing.
Mulai tahun ini Musrenbang akan diusulkan secara elektronik dengan sistem e-musrenbang, untuk itu semua usulan supaya ‘clear dan clean’ terkait status lahan dan dokumen pendukung lahan dimaksud. Apabila sudah tidak ada  masalah baru dimasukkan mulai Musrenbang Kelurahan dan hal ini terawasi dengan ketat oleh sistem tersebut, jadi tidak ada yang main potong kompas.
Kerukunan umat beragama senantiasa berada dalam posisi sebagai perekat, dan jangan sampai ada masalah SARA terjadi di Batam, dan untuk itu saya berharap dengan semua warga supaya jangan sampai mengomentari, mencampuri urusan agama yang bukan agama dan keyakinannya supaya tidak ada masalah. Masing-masing punya agama dan keyakinan  silahkan agama dan keyakinannya tersebut dilaksanakan supaya tidak ada gesekan nantinya.   (rudi.titan7766@gmail.com)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll Up